Gus Bupati Mojokerto Monitoring dan Evaluasi Pembangunan RTLH di Desa Kaligoro, Wujudkan Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mojokerto – Komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Salah satunya melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan hunian yang aman, sehat, dan layak.
Sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut, Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. atau yang akrab disapa Gus Bupati, melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada Rabu, 3 Juni 2026, di Dusun Randegan RT 15 RW 06, Desa Kaligoro, Kecamatan Kutorejo.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung progres pembangunan rumah milik Bapak Budi Santoso yang sudah mencapai 95% hanya tinggal finishing di beberapa tempat. Sebelumnya, kondisi rumah yang ditempati Bapak Budi Santoso bersama keluarganya dinilai sangat memprihatinkan dan tidak memenuhi standar kelayakan hunian. Kondisi bangunan yang sudah mengalami kerusakan di berbagai bagian menjadi alasan utama Pemerintah Daerah memberikan bantuan melalui program bedah rumah.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Gus Bupati didampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Plt. Camat Kutorejo, Perangkat Desa serta masyarakat setempat yang selama ini turut berpartisipasi dalam proses pembangunan rumah. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto itu disambut hangat oleh warga yang merasa senang karena pembangunan rumah warga kurang mampu mendapatkan perhatian langsung dari Pemerintah Daerah.
Pada kesempatan itu, Gus Bupati meninjau setiap bagian bangunan yang sedang dalam tahap rekonstruksi. Ia memastikan bahwa proses pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan sehingga hasil akhirnya dapat memberikan manfaat maksimal bagi keluarga penerima bantuan. Menurut Gus Bupati, program RTLH tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Rumah yang layak huni menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi agar warga dapat menjalani kehidupan dengan aman, nyaman, dan lebih sejahtera.
Dalam keterangannya, Gus Bupati menyampaikan harapannya agar pembangunan rumah tersebut dapat segera diselesaikan sehingga keluarga Budi Santoso dapat kembali menempati rumah yang lebih layak.
“Harapan saya agar ke depannya saat rekonstruksi hunian telah selesai, rumah tersebut dapat ditempati dengan nyaman oleh Bapak Budi Santoso bersama ketiga putrinya,” ujar Gus Bupati.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan terus berupaya menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan dalam meningkatkan kualitas tempat tinggalnya. Menurutnya, keberadaan rumah yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan keluarga. Selain meninjau progres pembangunan, kegiatan monitoring tersebut juga menjadi sarana untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dan kondisi masyarakat penerima manfaat. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi kehidupan warga.
Program RTLH yang dilaksanakan di Dusun Randegan ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Selama proses pembangunan berlangsung, warga sekitar turut menunjukkan kepedulian dan semangat kebersamaan melalui kegiatan gotong royong. Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat proses pembangunan rumah tersebut. Sementara itu, Nevi Alvia, putri kedua Bapak Budi Santoso yang mewakili keluarganya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Ia mengaku sangat terharu melihat perubahan rumah keluarganya yang sebelumnya berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Menurut Nevi, sebelum mendapatkan bantuan RTLH, rumah yang ditempati keluarganya memiliki banyak keterbatasan dan tidak memberikan rasa aman maupun nyaman bagi para penghuninya. Namun berkat perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah, kondisi rumah tersebut kini berubah menjadi jauh lebih baik.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gus Bupati Mojokerto yang telah merehabilitasi rumah kami. Sebelumnya kondisi rumah kami sangat tidak layak untuk ditempati, namun sekarang sudah menjadi rumah yang bagus dan sangat layak dihuni,” ungkap Nevi Alvia.
Tidak hanya kepada pemerintah daerah, Nevi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Dusun Randegan yang telah membantu proses pembangunan rumah keluarganya sejak awal hingga saat ini.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Dusun Randegan RT 15 RW 06 yang telah berkontribusi dan bergotong royong dalam proses pembangunan rumah kami. Bantuan, tenaga, dan kepedulian warga sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga kebaikan yang diberikan mendapatkan balasan yang berlipat ganda,” tuturnya.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Randegan menjadi gambaran kuatnya nilai kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat. Kehadiran program RTLH tidak hanya menghadirkan bangunan fisik yang lebih baik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kerja sama dan kepedulian terhadap sesama.Melalui program RTLH, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat pembangunan secara langsung. Program ini sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni serta meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto.
Dengan adanya monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala, pemerintah memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat penerima. Diharapkan, setelah proses rekonstruksi selesai, rumah milik Bapak Budi Santoso dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bagi seluruh anggota keluarganya.
Program RTLH tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mojokerto tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kepemimpinan Gus Bupati, berbagai upaya terus dilakukan untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga Kabupaten Mojokerto.

