LIBURAN, TAK ADA ALASAN UNTUK TIDAK BELAJAR

oleh test

2013-09-14 12:01:51   |  Dibaca 982 kali

Anak-anak di Desa Payungrejo antusias mengikuti Bimbingan belajar yang dilakukan oleh Mahasiswa UMM. Kegiatan belajar ini merupakan salah satu program kerja yang dilakukan oleh Kelompok Kuliah Kerja Nyata  (KKN) 91 dalam rangka mencerdaskan dan menumbuhkan minat belajar anak di Desa Payungrejo.

 

            Pemandangan berbeda terlihat di Balai desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Jumat (04/06/2014), anak-anak di Desa Payungrejo mengikuti kegiatan Bimbingan Belajar yang dilakukan oleh Kelompok KKN 91 Universitas Muhammadiyah Malang.

            Sebanyak 22 anak, mulai usia 7 tahun sampai 13 tahun antusias mengikuti materi yang diberikan dari divisi pendidikan tersebut. Tujuan dilakukannya bimbingan belajar ini adalah untuk memberikan alternative pembelajaran kepada anak-anak di Desa Payungrejo. Hal ini karena kurangnya tenaga pengajar bahasa Inggris dan pengajar mata pelajaran yang lain.

            “seperti moto kelompok KKN 91, yaitu Mewujudkan Payungrejo yang bersih, bermasyarakat, agamis, terdidik, sejahtera, dan sehat. Maka Kami dari kelompok KKN 91 mengadakan program kerja bimbingan belajar untuk anak-anak di Desa Payungrejo sebagai usaha untuk mewujudkan payungrejo terdidik tersebut.” Papar Rifa’atul Fitria Ma’rifah, salah satu anggota KKN Kelompok 91 Universitas Muhammadiyah Malang.

Koordinator Divisi Pendidkan, Dwi Novitasari juga mengatakan bahwa, “Kami tidak menyangka antusias anak di Desa Payungrejo ini ternyata cukup besar. Target kami sebenarnya hanya 15 anak, tapi Alhamdulillah yang ikut sampai 22 anak” saat ditemui di Balai Desa Payungrejo kemarin.

            Materi yang diberikan meliputi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Inggris, dan terapan dari ilmu yang diajarkan. Tidak berhenti sampai di materi saja, dalam pelaksanaannya, mahasiswa kelompok 91 dari Universitas Muhammadiyah Malang juga memberikan kuis kepada peserta bimbingan belajar.

            Permainan juga diselingkan dalam bimbingan belajar tersebut agar anak-anak tidak tegang dan merasa bosan. Seperti yang disampaikan Sintha, siswa kelas 3 SD Negeri Payungrejo saat ditanya perasaannya mengikuti bimbingan belajar. “Saya senang, soalnya belajarnya sama teman-teman dan kakak-kakaknya baik.”

            Senada dengan Sintha, Rizky juga merasa senang karena bisa belajar hal baru seperti bahasa mandarin. Walaupun ada beberapa materi yang sudah pernah dia terima disekolah. “Setelah ikut bimbingan belajar, saya jadi pengen belajar bahasa mandarin. Biar nanti kalau sudah besar bisa jalan-jalan ke Taiwan.” Tambahnya sambil tersenyum malu.

            Motivasi juga diberikan kepada peserta bimbingan belajar agar tidak pernah puas dengan ilmu yang sudah mereka dapat. Sehingga kelak mereka menjadi orang-orang terdidik yang dapat membangun desanya dan dapat membanggakan orangtuanya.

            Warga setempat juga menyambut baik program kerja yang dilakukan oleh Kelompok KKN 91 ini. Karena selain dapat mengajari anak mereka belajar secara gratis. Anak-anak mereka juga bisa mengisi waktunya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.